UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI SEBAGAI SENI BERTUTUR

Authors

  • Sovia Wulandari Universitas Jambi
  • Mahdi Bahar

DOI:

https://doi.org/10.30996/parafrase.v20i2.4248

Abstract

Bahasa Kerinci merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di Indonesia yang masih hidup dan berkembang pada masyarakat Kerinci. Masyarakat Kerinci juga menggunakan bahasa sebagai kontrol sosial masyarakatnya yang tertuang dalam bentuk ungkapan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan ungkapan tradisonal masyarakat Kerinci sebagai seni bertutur. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, ungkapan tradisional sebagai seni bertutur yaitu adanya sikap kehati-hatian dalam menyampaikan maksud dan tujuan serta ketidaklangsungan makna atau arti dalam tuturan tersebut yang membuat tuturan tersebut indah. Ungkapan sebagai seni bertutur digunakan untuk melarang, menegur, menasihati, memerintah, menghukum, dan menyatakan aturan dalam masyarakat setempat. Selain itu, ungkapan tradisonal ini sebagai seni bertutur juga digunakan pada prosesi upacara adat Kenduri Seko.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Sovia Wulandari, Universitas Jambi

dosen sastra indonesi Universitas Jambi

References

Abdurrahman, Oemi. (1975). Dasar-dasar public relations. Bandung: Alumni

Achmad, S.W. (2012). Wisdom van java: mendedah nilai-nilai kearifan jawa. Yogjakarta: In AzNa Books.

Ardianto, E. (2011). Handbook of public relations: pengantar komperehensif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Basrowi. & Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta

Bowen, S., Rawlins, B., & Martin, T. (2010). Best practice for excellence in public relations from overview of the public relations function. Harvard: Harvard Business Publishing.

Cutlip, S., Center, A., & Broom, G. (2006). Effective public relations edisi kesembilan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Creswell, J.W. (2003) Research design: qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. (2nd eds). California: Sage Publications.

Daymon, C. Holloway, I. (2011). Qualitative research methods in public relations and marketing communications. (2nd eds.). New York: Routledge.

Endraswara, S. (2013). Falsafah kepemimpinan Jawa. Yogyakarta: Narasi

Effendy, O. U. (1992). Hubungan masyarakat: suatu studi komunikologis. Bandung: Rosdakarya

Grunig, J. (2013). Excellence in public relations and communication management. New York: Routledge. Tersedia dari NetLibrary database

Idrus, M. (2009). Metode penelitian ilmu sosial: pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jakarta: Erlangga

Haryanto, S. (2013). Dunia simbol orang Jawa. Yogyakarta. Kepel Press

Jefkins, F. (2003). Public relations. Jakarta: Erlangga

Kriyantono, R. (2010). Teknik praktis riset komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Kriyantono, R. (2012). Public relations & crisis management. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Kriyantono, R. (2014). Teori public relations perspektif barat & lokal: Aplikasi Penelitian dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Liliweri, A. (2007). Dasar-dasar komunikasi antarbudaya. Jogjakarta: Pustaka Pelajar

Downloads

Published

2020-10-01

How to Cite

1.
Wulandari S, Bahar M. UNGKAPAN TRADISIONAL MASYARAKAT KERINCI SEBAGAI SENI BERTUTUR. parafrase [Internet]. 2020Oct.1 [cited 2026Jan.5];20(2). Available from: https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/parafrase/article/view/4248

Issue

Section

Articles