Hubungan antara Forgiveness dengan Kebahagiaan Pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan
DOI:
https://doi.org/10.30996/persona.v7i1.1339Keywords:
Forgiveness, KebahagiaanAbstract
Abstrak
Â
Â
Perasaan ditinggalkan atau dititipkan oleh orang tua merupakan suatu peristiwa yang dapat membekas di hati seorang anak. Hal ini dapat menimbulkan emosi negatif seperti dendam, rasa tidak percaya karena merasa dikhianati, kebencian dan kemarahan. Masa remaja dalam pertumbuhannya dapat merasakan luka dan kepedihan sehingga diperlukan adanya forgiveness pada orang tua yang telah menyakitinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang positif antara forgiveness dengan kebahagiaan pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan. Remaja dalam penelitian ini adalah individu yang tengah mengalami masa perkembangan dari anak-anak menjadi dewasa, dengan rentang usia 15 – 21 tahun. Sebanyak 60 orang diambil sebagai sampel yang dilakukan dengan menggunakan teknik sampel purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Alat ukur yang digunakan untuk forgiveness yaitu Transagression Interpersonal Motivation Inventory (TRIM-18) dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,891 dan skala kebahagiaan dengan koefisien alpha cronbach sebesar 0,902. Dari hasil analisis data diperoleh hasil koefisien korelasi r = 0,419 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara forgiveness dengan kebahagiaan pada remaja yang tinggal di Panti Asuhan, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.
Â
Kata Kunci       : Forgiveness, Kebahagiaan
Â
Abstract
Â
Â
The feeling of a child when she / he abandoned by their parents is an event that will always remain in children's heart. This feelings can cause negative emotion like revenge, trust issue because of betrayal, hatred, and anger. Teenage in their development can feel the pain and agony because of the event that happened in their life. So they need to learn how to forgive those who hurt them. Adolescents in this study is the individual who is experiencing a period of growth of children into adults, with an age range 15-21 years. Sixty people were taken as the sample which was done by using purposive sampling technique. The method used in this research is quantitative method. Measuring instrument used for forgiveness is Transagression Interpersonal Motivation Inventory (TRIM-18) with alpha cronbach’s coefficient is 0,891 and happiness scale with alpha cronbach’s coefficient is 0,902. From the data analysis obtained that the result of coefficient correlation r = 0,419 with the significance ammount 0,000 (p < 0,05) which means there is a positive correlation between forgiveness with happiness in forgiveness with happiness in teenagers living in an orphanage, so the hypothesis of the researcher accepted.
Â
Keywords: Forgiveness, Happiness
Â
Downloads
References
BSN. 2013. Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung SNI 03-2847-2013. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.
Dipohusodo, Istimawan. 1999. Struktur Beton Bertulang. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta
Gregor, J.G.M., (1997), Reinforced Concrete Mechanicsand Designs, Third Edition. Prentice Hall, Inc.Upper Saddle River, New Jersey.
Mulyono, Tri (2005). Teknologi Beton
SNI 03-2461-2002. Spesifikasi Agregat Ringan Untuk Beton Ringan Struktural.
SNI 03-2847-2002. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung.
SNI 03-2834-2002. Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal.
SNI 03-2847-2013. Persyaratan Beton StrukturalUntuk Bangunan Gedung.SNI 2847:2013. (2013). Persyaratan Beton Struktural Untuk
Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta
Sukirman, Silvia. 2003. Beton Aspal Campuran Panas. Jakarta : Granit
Teknik, Sipil. ’’Serat Ijuk Alam Indonesia’’. 12 Juni 2010. http://arengabroom.blogspot.com/2009/08/serat-ijuk-merupakan-serat-alam-terbaik.html
Tjokrodimuljo, K., 1996, Teknologi Beton. Yogyakarta : Nafiri.
Tjokrodimuljo, Kardiyono. 2007. Teknologi beton. Yogyakarta: KMST FT Universitas Gajah Mada
Widodo, Slamet. (2007). Struktur Beton. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
McCullough ME., Root, LM., and Cohen, AD. (2006). Writing About the Benefits of an Interpersonal Transgression Facilitates Forgiveness. Journal of Consulting and Clinical Psychology 2006, Vol. 74, No. 5, 887–89. doi: 10.1037/0022-006X.74.5.887.
Papalia, D.E., Old, S.W., & Feldman, R.D. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta: Kencana Predana Media Grup.
Prabowo, D. (2016, November). Mensos kembali deklarasikan Indonesia bebas anak jalanan. Diunduh dari:
https://nasional.kompas.com/read/2016/11/27/09421611/mensos.kembali.dekla rasikan.indonesia.bebas.anak.jalanan.2017
Rahmawati, P. A. (2015). Hubungan Antara Kepercayaan dan Keterbukaan Diri Terhadap Orang Tua dengan Perilaku Memaafkan Pada Remaja yang Mengalami Keluarga Broken Home di SMKN 3 &SMKN 5 Samarinda. Ejournal Psikologi, 3(1) 2015:395-406.
Rana, S., Hariharan, M., Nandinee, D., & Vincent, K. (2014). Forgiveness: A Determinant of Adolescents’ happiness. Indian Journal of Health and Wellbeing,5(9), 1119-1123.
Santrock. (2003). John W. Adolescence. Perkembangan Remaja. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J.W., (2007). Child Development. 11th edition. Boston : Mc.Graw Hill.
Seligman, M. E. P. (2002). Authentic Happiness: Using the new positive psychology to realize your potential for lasting fillfillment. New York: Free Press
Seligman, M. E. P. (2005). Authentic Happiness; Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif. Terjemahan. Bandung: PT Mizan Pustaka
Shekhar, C., Jamwal, A., & Sharma, S. (2014). Happiness and Forgiveness among College Students. Indian Journal of Psychological Science, V-7, No.1 008-09. doi: 09769218
Willis, S.S. (2005). Remaja dan Masalahnya. Bandung: CV.Alfabeta.
Veenhoven, K.J. (2006). Orientations to happiness and life satisfaction: The Fulllife Versus The Empty Life. Journal of Happiness Studies. Vol. 14, page:141- 146.doi: 10.1007/s10902-004-1278-z.
Zechmeister, J.S., dan Romero, C. 2002. Victim and Offender Accounts of Interpersonal Conflict : Autobiographical Narratives of Forgiveness and Unforgiveness. Journal of Personality and Social Psychology, 82 (4), 675-686. doi: 10.1037//0022-3514.82.4.675.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The author who will publish the manuscript at Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution ShareAlike License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories, pre-prints sites or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater dissemination of published work



