Work-family culture dan organizational commitment karyawan wanita: Work-life balance sebagai mediator

Work-family culture and organizational commitment of female employees: Work-life balance as a mediator

Authors

  • Dewi Larasati Universitas Indonesia
  • Alice Salendu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia
  • Arum Etikariena

DOI:

https://doi.org/10.30996/persona.v11i2.7759

Keywords:

Organizational commitment, tenaga kerja wanita, work-family culture, work-life balance

Abstract

Abstract

The economy and education levels in Indonesia which continue to grow are not directly proportional to the increase in women employees. One of the factors that make Indonesian women underrepresented in the workforce is the family factor, women decided to leave work when they are married. This study aims to examine the effect of work-life balance in mediating the relationship between work-family culture and organizational commitment of women employees in the hope women employees are more committed to the organization because of the availability of supportive organizational culture. The instruments used are the work-family culture scale ( = 0.84), work-life balance ( = 0.88), and organizational commitment ( = 0.72). The sampling technique used was purposive sampling and the participants are 120 women employees in the banking industry. Data analysis used PROCESS Hayes model 4 (simple mediation). The results showed that work-life balance fully mediates the relationship between work-family culture and organizational commitment. This study provides an understanding of the importance of implementing a work-family culture to balance work and life demand in order to make employees more committed to the organization.

Keywords: Female employees; organizational commitment; Work-family culture; Work-life balance

 

Abstrak

Tingkat ekonomi dan pendidikan di Indonesia yang terus tumbuh ternyata tidak berbanding lurus dengan bertambahnya tenaga kerja perempuan. Salah satu faktor kurangnya partisipasi pekerja perempuan di Indonesia adalah faktor keluarga yaitu perempuan memutuskan untuk keluar dari pekerjaan karena sudah berkeluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh work-life balance dalam memediasi hubungan work-family culture dan organizational commitment karyawan wanita sehingga diharapkan karyawan wanita lebih berkomitmen terhadap organisasi karena budaya organisasi yang mendukung. Instrumen yang  digunakan  adalah  skala  work family culture  (= 0.84), work-life balance ( = 0.88), dan organizational commitment (= 0.72).Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan  kriteria  karyawan  wanita di industri perbankan dan didapatkan 120 responden. Teknik analisis data menggunakan PROCESS Hayes model 4 (mediasi sederhana). Hasil penelitian menunjukkan  bahwa work-life balance memediasi secara sempurna hubungan antara work-family culture dan organizational commitment. Studi ini memberikan pemahaman akan pentingnya menerapkan work-family culture untuk menyeimbangkan tuntutan kehidupan pekerjaan dan pribadi sehingga membuat karyawan lebih berkomitmen pada organisasi.

Kata kunci: keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi; komitmen organisasi; kultur organisasi ramah keluarga; tenaga kerja wanita

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-06-06

Issue

Section

Articles