Batasan Interaksi Teman Wanita di Kantor dengan Pria Berstatus Menikah Menurut Para Istri

Authors

  • Christine Purnamasari Andu Universitas Teknologi Sulawesi Makassar

DOI:

https://doi.org/10.30996/representamen.v6i02.4263

Abstract

Abstract

The research aims to know (1) interaction limit for woman at office with married man according to wives and (2) kinds of the excessive interactions according to wives. This research was used qualitative descriptive method with research location runed at Makassar and Semarang City. Data used for this were primary and secondary data. Total informants are twenty, where ten came from Makassar and another ten from Semarang City. Data collection were done by interviewed with those twenty informants, then being analysed with two theories such as Symbolic Interactionism Theori and Atribution Theori. Research showed that several things a husband and female coworkers should not do like (1) do not chat or discussing things out of work hours or things not related to work, not allowed to go out together, not allowed to do intense communication, not allowed to contact physically like holding hands, etc. (2) excessive interactions were answered 15% for confide, 25% answered contact physically, 25% answered go out together, 10% answered chat in the night late, and 20% answered intense talk as the kinds of excessive interactions according to wives. 

Keywords :  Excessive Interaction, Husband, Marriage

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daftar Pustaka:

Peraturan Perundang-Undangan:

Burgelijk Wetboek

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

Peraturan pemerintah Nomor 21 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia dan Biaya Pembuatan Akta Jaminan Fidusia.

Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan.

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pendaftaran Jaminan Fidusia Secara Elektronik.

Buku :

Abdulkadir Muhammad dan Rilda Murniati, (2000), Segi Hukum Lembaga Keuangan dan Pembiayaan, Bandung: Citra Aditya Bakti.

Ahmadi Miru, (2007), Hukum Kontrak dan Perancangan Kontrak, Jakarta: Rajawali Pers.

Andy Hartanto, (2015), .Hukum Jaminan dan Kepailitan, Laksbang Yustisia, Surabaya.

Edy P Soekadi, (1990), Mekanisme Leasing, Jakarta: Ghalia Indonesia.

G.H.S. Lumban Tobing, (2012), Peraturan Jabatan Notaris, Cetakan ke 4, .Jakarta: Erlangga.

Ghansham Anand, (2014), .Karakteristik jabatan Notaris di Indonesia, Sidoarjo: Zifatama Publisher.

Salim HS, (2008), .Pengantar Hukum Perdata Tertulis (BW), Jakarta: Sinar Grafika.

Salim HS, (2012), .Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia , Jakarta: Rajawali Pers.

Subekti, (2007), .Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Jakarta: Arga Printing.

Subekti & Tjitrosudibio, (2004), Kitab Undang-undang Hukum Perdata, Jakarta: Pradnya Paramita.

Munir Fuady, (2000), Hukum Jaminan Utang, Jakarta: Erlangga.

Munir Fuady, (1999), Hukum tentang Pembiayaan Dalam Teori dan Praktik (Leasing, Factoring, Modal Ventura, Pembiayaan Konsumen, Kartu Kredit), Bandung: Citra Aditya Bakti.

Peter Mahmud Marzuki, (2011) Penelitian Hukum, Jakarta: Kencana Prenamedia Group.

Downloads

Published

2020-10-27