Gamelan Sebagai Simbol Estetis Kebudayaan Masyarakat Jawa

Authors

  • Fariz Hananto

DOI:

https://doi.org/10.30996/representamen.v6i01.3511

Abstract

Supporting music has the power to represent the culture of a person or group at a particular time. He understood to have a basis for understanding, determining the ways and actions in each note produced. The color of the voice, the pitch and the musical work in each region have many differences. Because in essence, music is a work of art that is here is an aesthetic symbol of every different cultural community.Gamelan is a musical instrument that represents or depicts Javanese culture. Some Javanese gamelan in Surakarta, Yogyakarta and Cirebon, among others are Kyai Guntur Madu, Kyai Guntur Sari, Kyai Naga Wilaga and Gong Sekati. That every gamelan has aesthetic symbols that are attached and contained in the laras, embat, gending, deferment, wasps and repeto technique. These 6 factors reflect Javanese culture such as beliefs, language, philosophy, livelihoods and social relations which are still faced and preserved. Research symbols are concentrated in each gamelan, intrinsic, extrinsic and instrumental symbols. The three are interrelated and elaborated on the message or meal that is presented about Javanese culture.

Keywords: Gamelan, Aesthetic Symbols, Javanese Culture

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, Made Sadhi, ‘Pemidanaan Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana’, 1997, 177

Firman Mansir, ‘Pendekatan Psikologi Dalam Kajian Pendidikan Islam’, Psikis : Jurnal Psikologi Islami, 4 (2018), 65

Koentjoro Soeparno, ‘Social Psychology : The Passion of Psychologi’, Buletin Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada, 19, 16

Maidin Gultom, Perlindungan Hukum Terhadap Anak Dan Perempuan (Bandung: Refika Aditama, 2013)

Marlina, Hukum Penitensier (Bandung: Refika Aditama, 2011)

Mastur, Perlindungan Hukum Hak Asasi Anak Dan Anak Yang Bekerja Di Indonesia”

Okky Chahyo Nugroho, ‘Peran Balai Pemasyarakatan Pada Sistem Peradilan Pidana Anak Ditinjau Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia, (The Role of Balai Pemasyarakatan on Juvenile Justice System Reviewed from Human Rights Perspective)’, Jurnal HAM, 8 (2017), 161

Paryono, Politik Hukum Perlindungan Anak: Tinjauan Terhadap Sistem Peradilan Anak Dalam Rangka Pembaharuan Hukum Nasional (Yogyakarta: Pustaka Ilmu, 2014)

Prakoso, Abintoro, Hukum Dan Psikologi Hukum (Yogyakarta: Laksbang Grafika, 2014)

Tomy Michael, ‘Memaknai Frasa “ Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa ” Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan’, 12, 2011, 1–10.

Supanggah, Rahayu. 1995. Ethnomusikologi. Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya, MSPI.

Soeratman, D., Kehidupan Dunia Kraton Surakarta. 1890-1939. Yogyakarta: Taman Siswa, 1985

Sofyan, R., “Interelasi Nilai Jawa dan Islam dalain Aspek Kepercayaan dan Ritual”, dalam Darori amin (ed). Islam & KebudayaanJawa. Yogyakarta: Gama Media, 2002. Sumarsam, Hayatan Gamelan: Kedalaman Lagu, Teori dan Perspektif. Surakarta: STSI Press, 2002.

Sunarto, B., “Budaya Musik Karaton Surakarta”, dalam Panggung. Jurnal Seni STSI Bandung. No. XXXVI. 2005. Hal. 9-28. Bandung: STSI Press, 2005.

Supadjar, D., Nawang Sari. Yogyakart: Fajar Pustaka Baru, 2001.

Supanggah, R., Bothekan Karawitan I. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia, 2002.

Waridi, Karawitan Jawa Masa Pemerintahan PB X: Perspektif Historic dan Teoritis. Surakarta: ISI Press, 2006.

Downloads

Published

2021-05-27