Kesepian pada Wanita Dewasa Awal: Ditinjau dari Coping Stress dan Dukungan Sosial

Authors

  • Pascal Kresna Arnanta Simanjuntak Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Bawinda Sri Lestari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Herlan Pratikto Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Keywords:

Coping Stress, Social Support, Loneliness

Abstract

Abstract

Early adulthood is a crucial stage marked by identity formation and social transitions. An increasing number of early adult women are delaying or forgoing marriage, potentially heightening feelings of loneliness. This study investigates the relationship between coping stress, social support, and loneliness in unmarried early adult women. Using a quantitative approach with the Spearman Rho correlation, data were collected from 159 participants. Results revealed a strong positive correlation between coping stress and loneliness (r = 0.755; p < 0.01), and a very strong positive correlation between social support and loneliness (r = 0.804; p < 0.01). These findings indicate that higher levels of coping stress and social support are associated with greater loneliness. This suggests that not just the presence, but the quality of coping strategies and social support may influence loneliness in unmarried early adult women.

 

Keywords: Coping Stress, Social Support, Loneliness

 

Abstrak

Dewasa awal merupakan tahap penting yang ditandai dengan pembentukan identitas dan transisi sosial. Semakin banyak wanita dewasa awal yang menunda atau tidak menikah, yang berpotensi meningkatkan perasaan kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping stress, dukungan sosial, dan kesepian pada wanita dewasa awal yang belum menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi Spearman Rho, melibatkan 159 partisipan. Hasil menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara coping stress dan kesepian (r = 0.755; p < 0.01), serta korelasi positif yang sangat kuat antara dukungan sosial dan kesepian (r = 0.804; p < 0.01). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat coping stress dan dukungan sosial yang dirasakan, semakin tinggi pula tingkat kesepian yang dialami. Hal ini mengindikasikan bahwa bukan hanya keberadaan, tetapi juga kualitas strategi coping dan dukungan sosial turut memengaruhi pengalaman kesepian pada wanita dewasa awal yang belum menikah.

 

Kata kunci: Coping Stress, Social Support, Loneliness

Downloads

Download data is not yet available.

References

Cacioppo, S., Capitanio, J. P., & Cacioppo, J. T. (2015). Toward a neurology of loneliness. Psychological Bulletin, 141(4), 746–777. https://doi.org/10.1037/bul0000015

Fitriana, L., & Novita, S. (2019). Hubungan strategi coping dengan kesepian pada remaja. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(1), 101–110.

Hidayati, L. N., & Rahmawati, Y. (2020). Peran coping terhadap kesejahteraan psikologis pada dewasa muda. Psikoborneo, 8(2), 123–130.

Nurhasanah, R., Sukmawati, A., & Salamah, I. (2022). Strategi coping dan implikasinya terhadap kesejahteraan emosional. Jurnal Ilmu Psikologi Terapan, 10(1), 45–53.

Pratiwi, D., & Ramdhani, N. (2018). Dukungan sosial dan kesepian pada dewasa awal. Humanitas, 15(1), 66–74.

Putri, M. A., & Anggraini, N. N. (2020). Kualitas dukungan sosial dan kebahagiaan pada perempuan dewasa muda. Jurnal Psikologi Insight, 12(2), 140–150.

Utami, R., & Hartati, S. (2021). Persepsi dukungan sosial dan hubungan interpersonal: Dampaknya terhadap kesepian. Jurnal Empati, 9(1), 55–65.

Wijaya, R. N., & Dewi, Y. R. (2021). Hubungan antara social support dengan loneliness pada mahasiswa rantau. Jurnal Psikologi Insight, 13(1), 30–37.

Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003 066X.55.5.469

Cacioppo, S., Capitanio, J. P., & Cacioppo, J. T. (2015). Toward a neurology of loneliness. Psychological Bulletin, 141(4), 746–777.

Peplau, L. A., & Perlman, D. (1982). Loneliness: A sourcebook of current theory, research, and therapy. John Wiley.

Weiss, R. S. (1973). Loneliness: The experience of emotional and social isolation. The MIT Press.

Wood, J. T. (2009). Gendered lives: Communication, gender, and culture. Wadsworth Cengage Learning.

Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, appraisal, and coping. Springer Publishing Company.

Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357.

Nisa, A. F., Hidayat, F., & Bisri, M. (2021). Kesepian perempuan lajang pada dewasa awal. Flourishing Journal, 1(1), 24–32. https://doi.org/10.17977/um070v1i12021p24 32

Palupi, A. R., & Fitria, I. (2024). Peran gaya kelekatan terhadap kesepian pada perempuan dewasa awal lajang [Tesis sarjana, Universitas Brawijaya]. Universitas Brawijaya.

Mahapatra, D., & Sharma, P. (2018). Loneliness, coping strategies and emotional well being among college students. Indian Journal of Public Health, 62(3), 197–210. https://doi.org/10.4103/ijph.IJPH_288_17

Flett, G. L., et al. (2016). Coping and loneliness interact to predict depression among university students. Journal of Clinical Psychology, 72(4), 331–349. (detail tidak tersedia online)

WHO. (2023). Loneliness and social isolation: a global public health concern [Advisory report]. World Health Organization.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23 (6th ed.). Universitas Diponegoro.

Downloads

Published

2026-02-26

Issue

Section

Articles