USING LEGENDS IN EXPANDING STUDENTS’ LANGUAGE AWARENESS AND PRESERVING LOCAL WISDOM IN ENGLISH LANGUAGE CLASSES

Authors

  • Joesasono Oediarti Soelistijowati

DOI:

https://doi.org/10.30996/parafrase.v16i01.681

Abstract

Abstract. Karya sastra telah amat dihargai di berbagai negara di dunia sebagai sarana untuk memelihara dan mewariskan kearifan lokal kepada generasi yang lebih muda. Karya sastra dapat memberi akses bagi para murid kepada kebudayaan masyarakata yang bahasanya mereka sedang pelajari. Naskah-naskah sastra dalam bahasa Inggris mencerminkan keanekaragaman dunia kita yang kaya dan mengagumkan. Sebuah novel atau cerita pendek ataupun puisi yang bagus adalah materi pengajaran bahasa Inggris yang bagus. Jika materi tersebut dipilih secara seksama, para murid akan merasakan bahwa apa yang mereka lakukan di dalam ruang kelas adalah relevan dan bermakna bagi kehidupan mereka.Dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris, memasilitasi para mahasiswa dari jurusan pendidikan bahasa Inggris dengan pengalaman dengan materi sastra di ruang kelas dapat memberikan kepada mereka pencapaian yang nyata dari penelusuran materi sastra di ruang kelas. Tujuan makalah ini adalah menunjukkan bahwa karya sastra dalam pengajaran bahsa adalah amat penting dalam era global demi memperluas kesadaran bahasa mahasiswa dan memelihara kearifan lokal melalui legenda yang menciptakan atmosfir yang menarik dan mengagumkan. Pembahasan ini meliputi bagaimana materi sastra, khususnya legenda, digunakan dalam kegiatan kelas bahasa Inggris yang melibatkan penceritaan kembali dan pengidentifikasian kearifan lokal. Meminta mahasiswa untuk menceritakan kembali cerita-cerita pendek dari kebudayaan mereka sendiri sebelum mereka membaca kisah otentik dalam bahasa Inggris dengan tema serupa adalah amat memotivasi mereka.
Key words: language awareness, local wisdom, legends

Downloads

Download data is not yet available.

References

Atmazaki. 1990. Ilmu Sastra : Teori dan Terapan. Padang : Angkasa Raya.

Damono, Sapardi Djoko. 1979. Sosiologi Sastra : Sebuah Pengantar Ringkas. Edisi Kedua. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Danandjaja, James. 1997. Folklor Jepang. Jakarta: Grafiti

Eva Amalijah – Shinju (Bunuh Diri Bersama) dalam Cerpen Sonezaki Shinju

Parafrase Vol. 15 No.02 Oktober 2015

Ichikawa, Yasuko. 1997. Nihongo Goyou Reibun Shojiten. Isebu.

Kokasih, E dkk, 2004. Bimbingan Pemahaman Bahasa Indonesia. Bandung: Yrama Widya

Monzaemon, Chikamatsu,.1704. Sonezaki Shinju. Japan: Osaka

Nakane, Chie. 1978. Ie no Koso. Tokyo: Tokyo Daigaku Shuppankai.

Ōba, Minako; Miyake, Lynne. K; Ericson, Joan E.; etc. 1980. The Woman’s Hand – Gender and Theory in Japanese Women’s Writing. Stanford: Stanford University Press.

Sudjianto, 2002. Masyarakat dan Budaya Jepang. Jogyakarta : Pustaka Pelajar

Sujiman, Panuti. 1988. Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya

Tarigan, Henry Guntur.1993. Prinsip-prinsip Dasar Sastra, Bandung: Angkasa

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.

Soter, Anna O. 1999. Young Adult Literature and the New Literary Theories Developing Critical Readers in Middle School. Teachers College Press. New York.

Spaulding, Amy E. 2011. The Art of Storytelling: Telling Truth through Telling Story. Lanham-Toronto-Plymouth, UK. The Scarecrow Press, Inc.

Stevick, E. 1980. Teaching Language: A Way and Ways. Rowdy. Mass: Newbury House.

Downloads

Published

2016-09-08

How to Cite

1.
Soelistijowati JO. USING LEGENDS IN EXPANDING STUDENTS’ LANGUAGE AWARENESS AND PRESERVING LOCAL WISDOM IN ENGLISH LANGUAGE CLASSES. parafrase [Internet]. 2016Sep.8 [cited 2026Jan.11];16(01). Available from: https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/parafrase/article/view/681

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)