EFFISIENSI PENGGUNAAN ALAT TANGKAP BUBU (Trap) YANG BERBEDA TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus)DI DESA KEMANTREN KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR

  • SUZANA SRI HARTINI FAKULTAS PERIKANAN UNIVERSITAS DR SOETOMO
  • SUMARYAM SUMARYAM FAKULTAS PERIKANAN UNIVERSITAS DR SOETOMO

Abstract

ABSTRACT

Types of fishing gear operating in a waters, so there are really many types of fishing gear and techniques used. However, many of these fishing gear have many similarities in operation even though some are simpler and some are more complex. The study was conducted to identify trap equipment which included fishing gear specifications, how to operate fishing gear and catches using basic fishing traps and floating traps at various fishing locations and analyze differences in income in the Kemantren Village of Paciran Subdistrict, Lamongan Regency. From the calculation results there are differences in income between the two groups of crab fishing business, the income of basic bubu fishing gear is Rp. 341,068,663 per year and floating bubu fishing gear is Rp. 179,141,330 per year, with business finances obtained the value of B / C ratio. the base is 5.2 and the B / C ratio of the floating bubu catcher is 4.8, thus indicating the basic bubu trap is more efficient than the floating trap.

 

 

Keyword: Rajungan (Portunus pelagicus), alat tangkap bubu dasar , alat tangkap bubu apung, B/C Ratio

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Bustanul (2006), Refleksi: Interaksi birokasi dengan dunia usaha, Jurnal Bisnis dan Ekonomi Politik, vol.7, no.3, juli, hal.1-7.

Bahary Adhitama, Dias (2013), Media penyuluhan perikanan Pati Jawa Tengah

Fauzi, Indra N (2003), Persepsi pelaku usaha terhadap iklim usaha di era otonomi daerah, Makalah disampaikan dalam Konferensi PEG-USAID tentang “Desentralisasi, Reformasi Kebijakan dan Iklim Usaha†di Hotel Aryaduta, Jakarta 12 Agustus.

Halim, A. dan Abdullah, S., (2004), Local Original Revenue (PAD) as A Source of Development Financing, Makalah disampaikan pada konferensi IRSA (Indonesian Regional Science Association) ke 6 di Jogjakarta.

https://id.wikipedia.org/wiki/Populasi_(statistika). Diakses tanggal 6 Juli 2018 jam 17.00 WIB

http://www.statistikian.com/2012/07/jenis-data-dan-pemilihan-analisis-statistik.html) (Diakses 6 Juli 2018 jam 17.30).

Karmadi, Agus Dono (2007), Budaya lokal sebagai warisan budaya dan upaya pelestariannya, Makalah disampaikan pada Dialog Budaya Daerah Jawa Tengah yang diselenggarakan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Tengah, di Semarang 8 - 9 Mei 2007.

Kuncoro, Mudrajad, (2004), Otonomi Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Martasuganda, S. 2003. Bubu (Trap). Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Insitut Pertanian Bogor, Bogor. 69 hal.

Mayrowani, Henny (2006), Kebijakan otonomi daerah dalam perdagangan hasil pertanian, Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, vol. 4, no.3, september, hal. 212-225.

M. Ridwan (2005), Strategi pengembangan “Dangke†sebagai produk unggulan lokal di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Tesis, IPB, Bogor.

Pusat Penelitian Pengembangan Wilayah Universitas Mulawarman Samarinda (2003), Analisis pengembangan usahatani padi, hortikultura dan palawija di Propinsi Kalimantan Timur.

saaduddinlubis.blogspot.com/2014/05/pengertian analisis kelayakan usaha.html (Diakses 6 Juli 2018 jam 17.30).

Subani dan Barus, 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut Indonesia. Balai Penelitian Perairan Laut. Departemen Pertanian. Jakarta. 248 halaman.

Sudarmadji (2002), Pentingnya pemberdayaan masyarakat dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati di era pelaksanaan otonomi daerah, Jurnal Ilmu Dasar, vol.3, no.1, hal.50-55.

Sudirman, 2004. Hasil Perikanan. Jakarta. UI Press.

Syarifudin, Iif (2003), Studi pemilihan subsektor jasa unggulan dalam rangka mendukung Kota Bandung sebagai kota jasa, Jurnal Infomatek, vol.5, no. 3, september, hal. 123-130.

Takahashi, Muneo (2003), Urbanization and population distribution changes in the age of decentralization: A comparative study between Indonesia and Japan dalam TA Legowo dan Muneo Takahashi: Regional autonomy and socio-economic development in Indonesia – A multidimensional analysis, Chiba: Institute of Developing Economies Japan External Trade Organization.

Published
2018-09-01
Section
Articles