Efektivitas Campuran Abu Sekam Padi dan Kapur dalam Menurunkan Swelling Potential Tanah Ekspansif (Studi Kasus Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi)
Abstract
Tanah ekspansif memiliki sifat mengembang yang dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur di atasnya. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh stabilisasi tanah dengan campuran kapur 4% dan abu sekam padi dalam variasi 6%, 8%, dan 10% terhadap potensi pengembangan tanah ekspansif. Metode pengujian laboratorium yang dilaksanakan meliputi pengujian sifat fisis dan sifat mekanis tanah. Hasil pengujian tanah asli menunjukkan bahwa karakteristik tanah terklasifikasi ke dalam tanah lempung (CH/A-7-6) dengan potensi pengembangan dengan tingkat tinggi (114,5%). Stabilisasi dengan campuran abu sekam padi dan kapur secara signifikan menurunkan potensi pengembangan hingga terklasifikasi ke dalam tingkatan rendah (26,7%) dari kondisi tanah asli. Kombinasi campuran kapur 4% dan abu sekam padi 10% terbukti efektif dalam meningkatkan stabilitas tanah ekspansif dengan mengurangi potensi pengembangan tanah secara signifikan.Downloads
Download data is not yet available.
Downloads
Published
2025-12-05
Issue
Section
Articles
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Extrapolasi agree to the following terms:
- Authors transfer the copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.. that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)







