KAMPUNG LAMPION DAN PLANG NAMA JALAN

Authors

  • Sugeng Hadi Purnomo, SH., MH. Fakultas Hukum, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.30996/jpm17.v2i02.1061

Abstract

Lanterns are the result of culture and characteristics of the ancient era of Asia, where
at that time there is no light bulb as now as a source of lighting that can be made easily
and cheaply. This lampion besides being used as a lighting source can also be used to
decorate the village to beautify the atmosphere in the village itself. To change the
image of our dolly localization using lanterns as one way to beautify the former
localization dolly located in kelurahan putat jaya. We hope that the existence of this
village of lanterns can change the picture of the former localization of the dolly and
by conducting the training of making the lanterns can help them to be more positive
thinking in looking for income from making the lantern

Keywords : Putat Jaya, Lampion, , Plang Nama Jalan, Ex Dolly

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arison,2008. pengertian pariwisata (http://arison001.blogspot.com/2008/02pengertian html).

Austriana, Ida. 2005, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Daerah dari Sektor Pariwisataâ€. Disertasi Tidak Dipublikasikan, Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro.

Azwar,2001. Pengertian Variabel Bebas. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. Badan Perencanaan Kota, 2010, Data PAD kota Surabaya Sektor Pariwisata 2010¬2014, Surabaya. Badan Pusat Statistik, 2015, Data Pendapatan Perkapita kota Surabaya 2010-2014, Jawa Timur. Badrudin, 2001. “Faktot-faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Daerahâ€. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, 2010, Data Jumlah kunjungan wisatawan, jumlah obyek wisata di kota Surabaya 2010-2014, Surabaya. Gujarati, Damodar. 2003. Basic Econometrics. Mc Graw Hill, New York. Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Kunartinah. 2001. “Menggairahkan Bisnis Pariwisata Pada Era Otonomi Daerahâ€.

Gema Stikubank. Edisi 33 No. 01. Kunto, Ari, 1998. Variabel Penelitian. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. Kusuma PS, Ika. 2006. “Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Bidang Kepariwisataan (Studi Kasus di Bali)â€. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, Vol. 1, No. 3September 2006. Lundberg, Arsyad. 1997. Ekonomi Pembangunan. STIE YKPN, Yogyakarta. Mangkoesoebroto, Guritno. 2001. Ekonomi Publik. BPFE, Yogyakarta. Mudrajad, 2003. Populasi dan Sampel. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang. Parikesit, 1997. Perkembangan Jumlah Wisatawan. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Qadarrochman, Nasrul. 2010. Analisis Penerimaan Daerah Dari Sektor Pariwisata di kota semarang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Skripsi. Universitas Dionegoro. Semarang.

Raiutama, 2006, Konsep Pariwisata (Kajian Sosiologi dan Ekonomi) (http://raiutama.blog.friendster.com/2006/09/konsep-pariwisata/).

Saleh, Samsubar. 2003. Pendapatan Daerah. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Soekadijo. 2001, Dampak Pariwisata, Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Spllane. 1987. Peranan Pariwisata Dalam Pembangunan, Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bandung.

Susiana. 2003, “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Daerah dari Sektor Pariwisata, Kota Surakarta (1985-2000)â€. Disertasi Tidak Dipublikasikan, Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro.

Tambunan. 2001, Industri Pariwisata, Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Todaro. 2000, Pendapatan Perkapita, Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Yoeti. 2008, Penawaran Pariwisata, Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Downloads

Published

2017-01-10

Issue

Section

Articles