AUTHORITY OF EAST JAVA PROVINCE INSPECTORATE IN PREVENTING CRIMINAL ACTS OF CORRUPTION IN EAST JAVA PROVINCE GOVERNMENT

  • Bramanto Wisynu Wardhana University of 17 Agustus 1945 Surabaya
  • V. Rudi Handoko University of 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Achluddin Ibnu Rochim University of 17 Agustus 1945 Surabaya
Keywords: Inspectorate, Regional Secretary, Governor, laws and regulations, authority of the inspectorate

Abstract

This study aims to determine the constraints on the authority of the Inspectorate of East Java Province in preventing criminal acts of corruption within the East Java Provincial Government, using normative legal research methods that are analytical descriptive. The results of the research show that the authority of the Provincial Inspectorate which has been regulated in laws and regulations needs to be revised to strengthen the position of the Inspectorate in its authority to prevent acts of corruption in the Regional Government. Changes to laws and regulations are the main thing that needs to be revised because the position of the Provincial Inspectorate is currently still under the Provincial Secretary. Inspectors in districts/cities must be appointed by the Head of Province (Governor) through the Pansel and Provincial Inspectorates appointed by the Minister of Home Affairs. With this more tiered authority, the inspectorate will become an independent institution and can prevent corruption from occurring in its area without fear of being arrested by the regional head.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Bramanto Wisynu Wardhana, University of 17 Agustus 1945 Surabaya

Student at Master of Public Administration Program, Faculty of Social and Political Sciences, University of 17 Agustus 1945 Surabaya

V. Rudi Handoko, University of 17 Agustus 1945 Surabaya

Academic at Master of Public Administration Program, Faculty of Social and Political Sciences, University of 17 Agustus 1945 Surabaya

Achluddin Ibnu Rochim, University of 17 Agustus 1945 Surabaya

Lecturer at Master of Public Administration Program, Faculty of Social and Political Sciences, University of 17 Agustus 1945 Surabaya

References

Ensiklopedia Umum. Jajaran Kanisius. Jakarta.

Hidjaz, Kamal. Efektivitas Penyelenggaraan Kewenangan Dalam Sistem Pemerintahan Daerah Di Indonesia. Makasar: Pustaka Refleksi.

HR, Ridwan. 2008. HukumAdministrasi Negara, Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kelsen, Hans. 2006. Teori Umum Tentang Hukum dan Negara (diterjemahkan oleh Raisul Muttaqien dari Hans Kelsen, 1971, General Theory of Law and State, Russel and Russel, New York). Bandung: Nusamedia dan Nuansa.

Muchsan. 1992. Sistem Pengawasan Terhadap Perbuatan Aparat Pemerintah dan Peradilan Tata Usaha Negara Indonesia. Yogyakarta: Liberty.

M. Hadjon, Philipus. 1998. Tentang Wewenang Pemerintahan (Bestuurbevoegdheid). Pro Justitia Tahun XVI Nomor I Januari 1998.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Internal Pemerintah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah Peraturan.

Pemerintah Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Tugas Dan Wewenang Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Organisasi Dan Tata Kerja Inspektorat Provinsi Dan Kabupaten/Kota.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Pedoman Tata Cara Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 9 Tahun 2009 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan, Pemantauan, Evaluasi, Dan Pelaporan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Fungsional.

Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 83 Tahun 2021 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Inspektorat Provinsi Jawa Timur.

Suhartanto. Strategi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi: Mengoptimalkan Peran Aparat Pengawasan Internal Dalam Upaya Pencegahan Tindak Pidana Korupsi.

Suryanto, Agus. Studi Keterlambatan Tindak Lanjut Temuan Hasil Pemeriksaan Inspektorat Daerah Kabupaten Kulonprogo D.I Yogyakarta Dan Implementasi Manajerial.

Syafrudin, Ateng. 2000. Menuju Penyelenggaraan Pemerintahan Negara yang Bersih dan Bertanggung Jawab. Jurnal Pro Justisia Edisi IV. Bandung : Universitas Parahyangan.

Tamaka, Arther Nus. 2014. Kinerja Inspektorat Daerah Dalam Melakukan Fungsi Pengawasan.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan.

Waseso, Budi. 2015. Pemanfaatan Informasi Hasil Audit Apip dalam Penanganan Perkara Korupsi. Jakarta.

Wahab, Solihin, A. 2008. Analisis Kebijakan Dari Formasi Ke Implementasi Kebijakan Negara. Bumi Aksara. Malang.

Wiliam N. Dunn. 2000. Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.

Winarno, Budi. 2002. Teori dan Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta: Media Pressindo

Yosa. 2010. Pengawasan sebagai sarana penegekan hukum administrasi Negara. Jurnal Depdagri. Ag Subarsono. 2010. Analisis Kebijakan Publik, Konsep, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar Media Group.

Published
2023-01-29
How to Cite
Wardhana, B., Handoko, V., & Rochim, A. (2023). AUTHORITY OF EAST JAVA PROVINCE INSPECTORATE IN PREVENTING CRIMINAL ACTS OF CORRUPTION IN EAST JAVA PROVINCE GOVERNMENT. DIA: Jurnal Administrasi Publik, 21(02), 177-187. https://doi.org/10.30996/dia.v21i02.7945
Section
PUBLIC ADMINISTRATION