Analisis Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kewirausahaan Anyaman Bambu Melalui Home Industry (Studi Tentang Pemberdayaan di Kelurahan Roworena, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende)

Penulis

  • Andrianto Umbu Ndjandji Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Santa Ursula

DOI:

https://doi.org/10.30996/jpap.v9i2.10321

Kata Kunci:

Kewirausahaan, Pemberdayaan, Anyaman bambu, Home Indutry

Abstrak

Pemberdayaan masyarakat perlu digalakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Proses setiap pelaku usaha kerajinan tangan di Kelurahan Roworena secara mandiri membuat olahan hasil kerajinan berupa gedek isi dan kulit, tirai, sangkar ayam, maupun permintaan konsumen berupa kursi, meja, tirai, pot, gantungan dengan kemampuan, keterampilan dan keahlian pelaku usaha. Produk kerajinan tangan diwujudkan melalui Home Industry dimana pengerjaan semuanya berasal dari rumah tangga. Adapun yang menjadi tujuan penulis memilih penelitian ini yakni melihat fenomena pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan merupakan posisi strategis dalam pengembangan masyarakat, karena pada dasarnya kewirausahaan adalah kemandirian dan kecakapan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menganalisis fenomena yang terjadi di masyarakat dalam pengolahan sampai pada  hasil pemasaran. Dalam analisis peneliti membahas secara terperinci dengan pendekatan pemberdayaan melalui aspek Enabling, Empowering, dan Protecting, sehingga dalam menjawab terkait pemberdayaan yang dialami oleh masyarakat, oleh sebab itu dalam penelitian ini peneliti merekomendasikan untuk pelaku usaha kerajinan tangan untuk lebih berinovasi dalam produk kerajinan serta perjualan yang lebih kearah modern.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2024-04-17

Cara Mengutip

Ndjandji, A. U. (2024). Analisis Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kewirausahaan Anyaman Bambu Melalui Home Industry (Studi Tentang Pemberdayaan di Kelurahan Roworena, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende). JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, 9(2), 258–272. https://doi.org/10.30996/jpap.v9i2.10321