Detik.com and Tempo.co in Framing the Persecution of Papuan Citizen by TNI

Penulis

  • Inggit Yulis Sutari Tarigan Universitas Padjajaran
  • Henny Sri Mulyani Universitas Padjajaran
  • Rinda Aunillah Universitas Padjajaran

DOI:

https://doi.org/10.30996/representamen.v11i01.12720

Abstrak

Sebuah video yang memperlihatkan warga Papua, Definus Kogoya dipukuli secara brutal oleh Tentara Nasional Indonesia di dalam drum air menjadi tren di X pada 22 Maret 2024. Detik dan Tempo menjadi media yang paling banyak memberitakan isu ini, dengan total 41 berita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pesan yang disampaikan melalui pembingkaian berita di media yang dipilih. Penelitian ini menggunakan pendekatan pembingkaian yang dikembangkan oleh Gamson dan Modigliani, dengan fokus pada bagaimana media memilih dan menyajikan berita, termasuk pilihan kata, gambar, dan fokus pelaporannya sambil menggunakan pendekatan kualitatif untuk mempelajari suatu masalah secara lebih komprehensif dan mendalam. Analisis Gamson dan Modigliani terdiri dari perangkat pembingkaian (metafora, slogan, contoh, penggambaran, gambar visual) dan perangkat penalaran (akar, seruan pada prinsip, konsekuensi). Data primer dikumpulkan dari berita daring dan data sekunder berasal dari buku dan jurnal yang terkait dengan penelitian ini. Objek penelitian terdiri dari 13 berita, yaitu 6 berita dari Detik.com dan 7 berita dari Tempo.co. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan framing antara kedua media. Detik.com membingkai penganiayaan terhadap Definus Kogoya terjadi akibat isu pembakaran puskesmas, sedangkan Tempo.co membingkai kejadian tersebut sebagai konflik yang sudah mengakar dan terjadi karena tidak adanya tindakan pemerintah untuk resolusi konflik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-04-30