Bahasa Inggris

Penulis

  • Lutviah Lutviah Universitas Islam Indonesia

Abstrak

Studi ini meneliti bagaimana media Kompas membingkai partisipasi selebriti dalam gerakan “Peringatan Darurat” di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengacu pada empat fungsi framing dari Entman: definisi masalah, interpretasi kausal, evaluasi moral, dan rekomendasi penanganan (Entman, 1993). Analisis menunjukkan bahwa Kompas membangun narasi yang positif terhadap selebriti yang mendukung gerakan ini. Selebriti yang mendukung tidak hanya digambarkan sebagai pekerja seni, tetapi juga sebagai agen moral dan katalisator gerakan sipil yang berkomitmen membela nilai-nilai demokrasi. Sementara itu, selebriti yang bersikap netral atau tidak menunjukkan dukungan mereka terhadap gerakan “Peringatan Darurat” cenderung digambarkan secara negatif. Pembingkaian biner ini menunjukkan bahwa Kompas secara aktif membentuk kerangka moral yang mengarahkan audiens untuk memandang dukungan selebriti terhadap gerakan tersebut sebagai tindakan yang mulia. Sementara itu, audiens diarahkan untuk memandang ketidakterlibatan selebriti terhadap gerakan ini sebagai hal yang tidak dapat diterima secara moral. Selain itu, penekanan selektif pada selebriti dibandingkan dengan key opinion leader lain menunjukkan penggunaan strategis popularitas selebriti untuk melegitimasi gerakan dan meningkatkan dukungan publik terhadap gerakan ini. Studi ini menyimpulkan bahwa Kompas memanfaatkan partisipasi dan dukungan selebriti untuk melegitimasi gerakan, menggerakkan sentimen publik, dan meningkatkan visibilitas serta resonansi gerakan secara keseluruhan. Temuan ini menyoroti peran penting framing media dalam membentuk wacana publik dan gerakan masyarakat sipil, khususnya melalui penggunaan strategis popularitas selebriti.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-10-31