Kematangan emosi dan ketahanan keluarga pada pelaku pernikahan dini di wilayah masyarakat pesisir
Keywords:
kematangan emosi, ketahanan keluarga, pernikahan diniAbstract
Emotional maturity is an individual's ability to regulate and express their emotions proportionally and appropriately, characterized by strong self-control, while family resilience is a family's ability to protect itself from various threats and problems that arise from within the family environment. This study aims to determine the relationship between emotional maturity and family resilience in early marriage perpetrators in Tlocor Hamlet, Sidoarjo. This study uses a quantitative correlational approach. The sampling technique uses purposive sampling with a sample size of 67 female respondents who have married at an early age. Data collection was carried out using a scale of emotional maturity and family resilience. The data analysis technique uses the product moment correlation test. The results of this study indicate that there is a significant positive relationship between emotional maturity and family resilience in early marriage perpetrators. The higher the level of emotional maturity an individual has, the stronger the family resilience.
kematangan emosi merupakan kemampuan individu untuk mengatur dan mengekspresikan emosinya secara proporsional dan sesuai dengan ditandai dengan adanya pengendalian diri yang kuat, sedangkan ketahanan keluarga merupakan kemampuan suatu keluarga dalam melindungi dirinya dari berbagai ancaman dan permasalahan yang muncul dari dalam lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi terhadap ketahanan keluarga pada pelaku pernikahan dini di Dusun Tlocor Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden perempuan yang telah menikah di usia dini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kematangan emosi dan ketahanan keluarga. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kematangan emosi dengan ketahanan keluarga pada pelaku pernikahan dini. Semakin tinggi tingkat kematangan emosi yang dimiliki individu, maka semakin kuat pula ketahanan keluarganya.
Downloads
References
Agustianti, R., Nussifera, L., Angelianawati, L., Meliana, I., Sidik, E. A., Nurlaila, Q., & Hardika, I. R. (2022). Metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Tohar Media. (2024). Kematangan emosi pasangan yang melakukan pernikahan usia dini di Desa Bambang Kabupaten Pesisir Barat (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim).
Hurlock, Elizabeth, B. 2000. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga
Insawan, H. (2019). Laporan Penelitian Terapan Strategik Nasional; PERNIKAHAN BELIA DALAM SETTING SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT PESISIR DI SULAWESI TENGGARA. https://www.researchgate.net/publication/340599733
Rizqi Maulida Amalia1, M. Y. A. A., S. (2017). Ketahanan Keluarga dan Kontribusinya Bagi Penanggulangan Faktor Terjadinya Perceraian.
Putri, E., Efendy, M., & Rista, K. (2023). Perilaku asertif dan kematangan emosi pada remaja. Jurnal Penelitian Psikologi, 4(2), 214-223.
Soleman, N., & Elindawati, R. (2019). Pernikahan dini di Indonesia. ALWARDAH: Jurnal Kajian Perempuan, Gender dan Agama, 12(2), 142- 149.
Sulistyawati, L. (2018). Angka Pernikahan Dini di Indonesia Masih Tinggi. Retrieved from REPUBLIKA:https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/03/08/p58hj5423- angka- pernikahan-dini-di-indonesia-masih-tinggi.
Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Andi
Walsh, F. (2016). Family resilience: A developmental systems. European Journal of Developmental, 13(3), 313– 324. https://doi.org/10.1080/17405629.2016 .1154035
Yasa, B. &. (2020). ANALISIS RELASI KEBERFUNGSIAN KELUARGA DENGAN KEMATANGAN. Psikoislamedia Jurnal Psikologi, http://dx.doi.org/10.22373/psikoislamedia.v5i2.8091
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Navyliadel Sapphire Akilla Putri , Mamang Efendy, Rahma Kusumandari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Writers who wish to include images, tables, or parts of the text that have been published elsewhere are required to obtain permission from the copyright owner for print and online formats and to include proof that such permission has been given when submitting their paper. Any material received without such evidence will be deemed to be from the author.



